Blokade Pintu Surga

Sebuah meme mampir ke wall facebook saya siang ini. Saya paham, meme tersebut sebenarnya untuk meraup komen atau share yang pada akhirnya ingin mendapatkan follower sebanyak mungkin.

Pada meme tersebut ditampikan gambar beberapa tokoh nasional, dengan sebuah tulisan berupa ajakan untuk mendoakan orang-orang yang ada di foto tersebut.

Tolong Aamiin kan. Ya Allah.. apabila orang-orang ini memusuhi islam. Memusuhi para ulama. Tenggelam kan lah mereka ke dasar laut, layaknya Fir’aun bersama balad tentara nya. Aamiin….

Saya tidak dalam rangka berdebat mengenai tokoh-tokoh yang disematkan dalam foto tersebut. Hati saya tergelitik dengan kalimat doa tersebut serta bagaimana bisa meme dengan doa yang mengerikan itu di-like dan share oleh hampir 10 ribu orang.

Mengerikan. Coba cermati kalimat do’a tersebut. Saya tidak habis pikir, bagaimana bisa menyiapkan doa sejenis ini padahal statusnya masih “apabila”?

Belum sampai ke pada tahap pembuktian mereka melakukan hal buruk itu atau tidak. Masih ‘apabila’, ‘jikalau’, ‘andai saja’ sudah sedemikian seramnya do’a yang dipersiapkan.

Saya memahami jika ada fanpage atau akun medsos yang sedang bertujuan mencari follower atau liker yang banyak sehingga sering memancing netizen untuk beraksi dengan postingannya. Hal yang agak berat saya terima adalah kenyataan jika postingan sejenis itu ternyata meraup banyak share dan komen dari warga pengguna medsos.

Sebagian dari kita (termasuk juga saya) memang punya naluri untuk menikmati kesalahan dan ketersesatan orang lain.

Banyak yang akhirnya sadar atau tidak telah gegap gempita dalam kekhilafan dan dosa pihak yang dianggap rival.

Taruhlah, misalnya yang dituduhkan terhadap tokoh-tokoh itu benar adanya, memusuhi Islam. Apakah cuma itu pilihan do’anya?

Saya tidak berlagak jadi orang suci tanpa dendam, namun ini upaya menjaga keimanan saya tentang kekuasaan Allah dalam hal membolak-balikan hati manusia.

Kenapa tidak kita do’akan agar mereka sadar? Mengapa tidak kita langitkan do’a baik untuk para pemimpin?

Disisi lain, saya tidak mau berperan sebagai Iblis atau Dajal. Apa namanya kalo bukan Iblis dan Dajal jika terus menerus memblokade pintu surga dan menyorong-nyorong orang yang kita tak sukai ke neraka?

Katakanlah mereka salah, mengapa tidak ambil bagian untuk mengantarkannya ke jalan yang benar, menuju jalur yang sesuai dengan keridhoan Tuhan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here