Mengungkap Jari Palsu di Pilkada

Saya punya prinsip jika di masa seperti sekarang ini, di mana arus informasi sangat deras maka kita harus mampu memperluas cakrawala berfikir dan memperdalam perenungan-perenungan agar informasi yang melaju memasuki diri kita bisa lewat dengan tenang.

Informasi bodong atau palsu sekarang dengan mudah menyebar. Artikel ataupun foto yang tak jelas ujung pangkalnya dengan gampang menjadi viral, seperti tidak ada berusaha menyaringnya atau sekedar menyelidiki kebenarannya.

Seperti soal foto jari plasu yang kemudian dirangkaikan dengan foto botol tinta yang biasa dipakai untuk pemilu. Foto itu kemudian disebar dengan sebuah asumsi ada yang akan melakukan kecurangan mengguanakn modus jari palsu.

Sejak awal saya rada gatel juga ingin mengomentari. Namun sengaja saya diamkan sampai Pilkada berlangsung.

Bagi saya, jikapun ada modus pemilih ganda dengan menggunakan jari palsu itu ribet. Potensi ketahuannya juga besar karena petugas yang menyelupkan jari berjarak paling jauh semeter.

Ketahuan bisa remuk digebukin massa, mengingat Pilkada kali ini cukup panas situasinya.

Saya berpendapat jika ingin curang Pilkada, maka paling mudah mendatangkan orang dari luar Jakarta yang tidak sedang melangsungkan pemilihan kepada daerah. Itu dengan catatan, DPT yang ada di TPS sudah “dimanipulasi” sedemikian rupa.

Jadi intinya pengawasan di DPTnya. Mau ada sejuta KTP palsu, sepertinya akan susah digunakan kalau mereka tidak terdaftar di TPS.

Hal ini yang membuat saya bertanya-tanya sejak ada isu soal KTP palsu dan jari palsu ini. Bagi saya itu semua tidak ada gunanya jika DPT berhasil diawasi. Setiap TPS para saksi masing-masing calon loyal.

Mencari saksi yang loyal saat ini pun bukan perkara susah, mengingat isu Pilkada Jakarta sudah sedemikian sensitif, sehingga mencari sosok yang militan di setiap TPS relatif lebih mudah.

Saya tidak mengatakan pasti tidak ada kecurangan dalam Pilkada, akan tetapi modus kecurangannya tidak seserhana menggunakan jari palsu, apalagi KTP bodong.

Kembali ke soal foto jari palsu. Sebenarnya cara untuk meneliti asal usul sebuah foto sudah banyak tutorialnya. Sangat mudah dan cepat. Berbekal google sudah dengan sangat mudah menelusuri informasi dari foto atau gambar tersebut.

Namun kenyataannya foto yang tak jelas itu masih saja mudah menyebar.

Foto jari palsu tersebut ketika saya tekusuri ternyata berasal dari foto tahun 2013 di Jepang. Itu adalah jari-jari palsu yang dibuat untuk para mantan anggota Yakuza yang pernah mengalami hukuman potong jari.

Saya yakin tutorial untuk mengetahui sebuah foto itu hoax atau ini sudah banyak ada, akan tetapi saya coba bikin lagi. Semoga bermanfaat dan bisa sedikit mengerem informasi-informasi tak jelas di sekitar kita.

Simak video tutorialnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here