Tak Tertawa dalam Canda, Namun Terbahak oleh Keseriusan

Sekitar sehari atau dua hari lalu seorang teman memposting sesuatu yang tujuannya untuk lucu-lucuan di group whatsapp (WA). Ia menuliskan pengumuman mengenai adanya rencana pembagian Bahan Bakar Minyak (BBM) gratis.

Dalam rangka gerakan terbiasa penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Non Subsidi, Pertamina melakukan promosi besar besaran.

Barang siapa yang menginginkan mengisi pertamax 92 atau 94 secara gratis. Bisa datang langsung ke SPBU di seluruh Indonesia pada 29 dan 30 Februari, 2017 Selama dua hari. Terbuka kepada semua kendaraan bisa isi sampai full tank,” tulis teman saya tersebut.

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada teman saya yang melemparkan guyonan itu, sejujurnya bagi saya, candaan itu garing. Saya tidak tertawa, karena kelakar sejenis itu sudah sering saya dengar sejak beberapa tahun sebelumnya. “Menjebak” pembaca menggunakan tidak adanya tanggal 29, 30 atau 31 di bulan Februari.

Dulu, ada teman yang bertahun-tahun jomblo tiba-tiba bikin undangan menikah pada tanggal 30 Februari. Sempet kaget karena si jomblo akut bisa menikah juga, namun akhirnya ngakak setelah sadar ada yang aneh dengan tanggalnya.

Akan tetapi namanya juga sebuah candaan, banyak juga yang kemudian terhibur olehnya. Menikmatinya dan bergembira dalam tawa, minimal tersenyum. Apa ada yang lebih dicari di dunia ini selain rasa bahagia dan senyuman?

Lantas hari ini saya jumpai sesuatu yang menarik setelah mengetahui candaan mengenai pembagian BBM secara gratis itu ditanggapi serius oleh Kementrian BUMN.

Melalui akun twitter resmi Kementrian BUMN, diinformasikan agar masyarakat waspada akan informasi hoax mengenai pembagian BBM gratis.

“Waspada pada hoax tentang gratis isi full tanki dari @PTPERTAMINA ya, Sobat BUMN. Hal tersebut sama sekali tidak benar.” tulis akun @KemenBUMN pada Sabtu (18/2/2017).

Jika sebelumnya saya gagal tertawa oleh candaan seorang teman di WA karena saya anggap sebagai guyonan lawas, maka tanggapan ini yang berhasil memancing saya untuk terbahak-bahak. Respon dari akun resmi sebuah Kementrian atas lawakan rakyatnya adalah sebuah humor yang sulit untuk ditemukan tandingannya.

Bahwa ada yang membuat meme soal pembagian BBM gratis pada 29-30 Februari 2017 menggunakan logo Pertamina, itu memang sebuah tindakan yang tidak patut. memasang logo resmi sebuah perusahaan bukan sesuatu yang dibenarkan.

Akan tetapi, semua orang yang waras juga paham itu hanya kelakar yang tujuannya untuk menghibur. Frekuensinya adalah guyonan, maka saya yakin tidak ada yang kemudian hancur hidupnya atau merugi secara materi gara-gara lawakan seperti itu.

Apakah kini rakyat pun kesulitan untuk sekedar berkelakar dan menumpahkan tawa bahagianya? Hidup sudah sulit ditemukan mudahnya di negeri ini, kini malah tambah bikin sulit untuk sekedar menuangkan selera humornya di media sosial.

Namun bagaimanapun juga saya harus berucap terimakasih kepada Kementrian BUMN, karena tanggapannya terhadap meme itu telah membuat saya tertawa. Lucu!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here