Manfaat Darah Komodo bagi Kesehatan

1,744 views

LazNews! – Komodo adalah kadal terbesar di dunia. Spesies ini cukup terkenal di Indonesia karena sampai ada pulau yang dinamai dengan nama reptil yang cukup ganas tersebut. Reptil ini hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara.

Baru-baru ini sebuah temuan menarik mengenai darah komodo. Pada darah kadal ini terdapat fragmen-fragmen protein yang memiliki karakteristik antimikroba. Hal ini yang membuat komodo kebal terhadap bakteri yang ada pada makanannya.

Newatlas.com mewartakan jika pada sebuah laporan yang diterbitkan oleh Journal of Proteome Research menyebutkan jika ada 48 senyawa yang ada dalam darah hewan ini yang membantu tubuhnya melawan bakteri. Tidak hanya itu, senyawa tersebut juga kebal terhadap antibiotik.

Hewan berdarah dingin ini pada penelitian sebelumnya diketahui jika pada mulutnya terdapat 57 bakteri yang berbahaya. Meski demikian, belum diketahui secara pasti dari mana muasal dari bakter-bakteri tersebut.

Laporan yang diwartakan oleh Science Alert, Jumat (24/2/2017) menyebutkan jika peneliti menyimpulkan bahwa sebagian besar bakteri berasal dari air minum komodo yang terkontaminasi kotoran.

Fakta mengenai bakteri tersebut menarik perhatian tim peneliti dari George Mason University untuk meneliti lebih jauh mengenai kandungan darah komodo.

Bermula dari hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya, tim peneliti berhasil mengidentifikasi 48 senyawa cationic antimicrobial peptides (CAMPs) di dalam darah komodo.

Senyawa-senyawa tersebut merupakan rantai kecil asam amino yang bisanya ditemukan di sebagian makhluk hidup sebagai bagian dari sistem imun untuk mempertahan diri dari serangan bakteri.

Di antara 48 senyawa yang ditemukan pada darah komodo, tim peneliti mensintesa delapan peptida dan mengujinya dengan dua bakteri yang diberi nama “superbug”, yaitu Pseudomonas aeruginosa (bakteri yang melemahkan imun manusia) dan Staphylococcus aureus (bakteri pada kulit manusia).

Dari 8 senyawa yang disintesa, hanya 7 yang mampu membunuh kedua bakteri tersebut dan 1 yang efektif melawan bakteri P. aeruginosa.

Temuan ini merupakan langkah awal sekaligus terbukanya harapan untuk membantu pengembangan obat-obatan di masa yang akan datang. Berbekal dari penelitian ini, kemungkinan bisa ditemukan senyawa yang mampu melawan bakteri yang sudah kebal terhadap antibiotik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here