Menarik! Origami Mengilhami Pembuatan Tameng Antipeluru yang Tangguh

LazNews! – Origami, sebuah kesenian melipat kertas asal Jepang ternyata menjadi inspirasi banyak desainer. Bahkan sebuah tameng antipeluru untuk perlindungan polisi dibuat dengan desain yang terilhami dari seni origami.

Dilansir dari newatlas.com pada Jum’at (17/2/2017), disebutkan jika tim yang dibentuk oleh Universitas Brigham Young (BYU), menciptakan tameng anti peluru yang tak hanya ringan, namun juga mudah dibawa. Semua itu diciptakan karena terispirasi oleh seni lipat pola Yoshimura.

Dibuatnya tameng antipeluru tersebut bermula ketika professor teknik mesin, Larry Howell beserta tim dari BYU diberi mandat oleh badan hukum dan sejumlah lembaga pemerintahan.

Salah satu kelemahan alat pelindung yang kini ada dalah ketidakringkasan serta berat yang membuatnya tidak fleksibel serta tidak terlalu bagus dalam hal kepraktisannya.

Berangkat dari hal tersebut maka diperlukan sebuah tameng yang lebih ringan, praktis namun tetap memiliki fungsi utamanya, yakni tidak tertembus oleh terjangan peluru.

Akhirnya diciptakannya sebuah tameng dengan kemampuan yang lebih mumpuni daripada tameng pada umumnya, seperti karena terbuat dari 12 lapis kevlar anti peluru. Tidak hanya itu, hanya perlu waktu lima detik untuk mempersiapkan tameng tersebut.

Beratnya hanya setengah dari berat tameng dengan desain sebelumnya. Menariknya lagi, tameng dapat melindungi dua hingga tiga orang sekaligus.

Keunggulan lainnya tempat penyimpanan yang cukup minim karena bisa dilipat.

“Ini bermula dari keinginan ingin membawa tameng dalam bagasi mobil, langsung dipakai agar terlindung dari peluru. Jika tidak sedang memakainya, dengan mudah disimpan kembali dan dipindahkan pada tempat yang diinginkan”, kata Terri Bateman, asisten professor teknik dari BYU.

Hasil penelitian sementara menujukan jika tameng ini cukup berhasil menghalau hantaman peluru. Kekuatannya melebihi dugaan awal, tameng mampu menahan dari peluru berukuran 9mm, serta dari pistol dengan peluru 0.357 Magnum dan 0.44 Magnum.

Percobaan ini masih menghasilkan sebuah prototype. Tim peneliti harus melakukan penyesuaian terhadap aturan atau panduan dari badan hukum. Para peneliti sangat yakin jika tameng ini nanti peruntukannya bisa cukup luas, seperti pengamanan sekolah atau perlindungan ketika dalam keadaan darurat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here