CCTV Masjid

675 views

Kata CCTV Masjid belakangan ini entah bagaimana mulanya beberapa kali mampir dalam berbagai ruang diskusi saya. Setidaknya sudah tiga kali dalam seminggu ini ada orang yang ngobrol tentang Masjid serta kamera pengaman.

Pertama, kisah dari seseorang tentang warga yang menolak sekelompok ‘orang asing’ yang berniat menginap di Masjid. Dianggap ‘orang asing’ karena saat diminta KTP, tidak ada seorangpun yang membawa tanda pengenal resmi.

Masjid ini tidak ada CCTVnya, nanti kalau ada yang hilang bagaimana?” tanya warga.

Bapak menuduh saya mau mencuri?” tanya balik dari salah satu dari ‘orang asing’ itu.

Lah, kalian mau tinggal di kampung orang tapi tidak bawa tanda pengenal. Apa salah jika kami curiga?

Kedua. Tadi siang selepas sholat jumat saya berbincang dengan dengan salah satu tokoh dan pengurus Masjid. Saya menceritakan apa yang saya lihat dan dengar di Masjid beberapa hari sebelumnya, tentang perilaku beberapa ‘tamu’ yang menginap.

Sang pengurus masjid lantas membuka ponselnya. Ia bertanya mengenai hari serta tepatnya jam berapa saya melihat kejadian yang saya ceritakan sebelumnya. Ternyata, melalui ponsel tersebut ia bisa memeriksa rekaman CCTV Masjid.

Ketiga, di salah satu group whatsapp yang saya ikuti ada seorang teman lama yang menawarkan pemasangan CCTV di Masjid.

Ia memberika pengumuman jika ada Masjid yang butuh pemasangan CCTV, dengan mengajukan propsal maka akan dilayani secara gratis.

Tiga peristiwa tersebut membuat saya merenung: ternyata sekarang Masjid butuh CCTV.

Saya memahami dan sudah mengetahui sejak lama mengenai banyaknya Masjid yang memasang kamera pengintai. Ini bisa jadi sebuah peristiwa normal, lazim dan wajar-wajar saja.

Tetapi, saya tergelitik dengan kehidupan lampau saya di kampung dulu. Masjid selalu terbuka, seingat saya tak pernah dengar ada kotak amal atau mikropon milik Masjid hilang. Tanpa ada CCTV, hanya ada keyakinan: Allah Maha Tahu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here