Cara Melepas Prangko yang Menempel di Amplop

1,677 views
Cara Melepas Prangko yang Menempel di Amplop
Cara Melepas Prangko yang Menempel di Amplop

Ketika masih SD dan SMP, saya suka mengoleksi perangko, suka yang berbau filateli. Bahkan saat itu saya melakukan tindakan yang belakangan baru saya sadar jika itu tidak etis adalah dengan “mencuri” prangko di amplop surat untuk warga yang ada di rumah Pak RT.

Di kampung saya ketika itu Pak Pos tidak mengantarkan surat ke rumah langsung, melainkan ke rumah Ketua RT untuk di kemudian disampaikan ke si empunya. Maklum, di desa sangat tidak mudah menemukan alamat, karena yang tertera di amplop hanya tertulis nama RT dan RW saja. Lebih mudahnya, Pak Pos menitipkannya ke Pak RT.

Ketika itu banyak warga kampung saya yang jadi TKI di Malaysia, sehingga surat dari negeri Jiran tersebut hampir selalu ada. Minimal seminggu ada satu atau dua surat. Karena saya ketika kecil suka main ke rumah Ketua RT yang terhitung masih famili, tanpa sepengetahuannya saya mengambili prangko-prangko yang masih menempel di amplop.

Tidak ada yang protes ataupun marah, mungkin karena bagi orang desa prangko tidak penting dan ketika itu, saya mengambil prangkonya meski secara paksa tetapi masih memprioritaskan agar amplop tidak rusak, apalagi sampai terbuka. Jadi banyak koleksi prangko saya yang hasil “mencuri” kondisinya kurang sempurna.

Semenjak SMA, hobi saya tersebut berkurang, terlebih karena rasa kesal saya karena satu album koleksi prangko lawas saya (prangko Indonesia tahun 70an), dipinjam adik teman dan tidak pernah kembali. Di samping itu, budaya surat menyurat juga sudah mulai berkurang. Hanya sedikit, bahkan semakin hari sudah hampir tidak ada lagi orang mengirim surat dengan menggunakan amplop berperangko.

Ketika tinggal di Jepang, saya seperti bernostalgia. Pekerjaan saya saat ini membuat saya sering berhubungan dengan surat menyurat. Masyarakat Jepang ternyata masih sangat intens untuk mempergunakan fasilitas pos untuk segala macam urusan. Hasilnya, saya sering mendapati paket atau surat yang ada prangkonya.

Hasrat untuk kembali mengoleksi atau sekedar menikmati prangko-prangko tersebut kembali menggelora. Selain sebagai bentuk nostalgia, ini juga bagian dari rasa kagum saya terhadap ‘lestarinya’ budaya berkirim surat di Jepang.

Karena hal itu pula saya berkeinginan untuk membagikan cara melepaskan prangko dari amplop yang baik sehingga tidak terjadi kerusakan. Sebagai seorang kolektor, prangko yang rusak tentu nilainya berkurang.

Prangko memang didesain untuk menempel secara kuat di kertas amplop. Itu sebabnya dulu sangat populer istilah ‘nempel kayak perangko’ untuk menggambarkan kuatnya sebuah ikatan. Tidak mudah dilepas. Kalo tidak tahu cara yang benar untuk melepaskannya bisa rusak.

Akan tetapi, melepaskan prangko yang sudah tertempel dari amplop sebenarnya sangat mudah. Tidak butuh banyak peralatan dan pengerjaanya juga cukup singkat. Perlengkapan yang dibutuhkan hanya gunting, sebaskom air dan pinset.

Pertama gunting amplop sedemikian rupa hingga cuma bagian yang berperangko serta disiakan sekitar satu sentimeter di sisi-sisi prangko tersebut.

Kemudian potongan amplop yang berangko tersebut kemudian dimasukan ke baskom berisi air. Goyang-goyang perlahan selama kurang lebih lima sampai sepuluh menit. Tidak perlu khawatir prangko rusak, sebab prangko sudah di desain untuk tahan terhadap air.

Selanjutnya adalah melepas perlahan prangko tersebut dengan menggunakan pinset. Pada posisi ini diperlukan kehati-hatian. Pastikan denganbenar apakah prangko tersebut sudah benar-benar tidak tertahan oleh lem.

Setelah sudah terlepas, sila jemur prangko tersebut di bawah terik matahari atau dikering anginkan saja. Selesai. Mudah, bukan?

Berikut saya berikan tutorial berupa video cara melepaskan prangko yang menempel kuat di amplop.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here