Kambing Cak Supo Bisa Makan Rumput Sambil Berdiri

265 views

Tiga orang remaja tertawa sembari memperhatikan layar ponsel. Warung Cak Sutris menjadi riuh oleh tawa mereka. Beberapa orang termasuk Cak Supo jadi ikutan penasaran dengan apa yang dilihat oleh remaja usia belasan tersebut.

“Apa, sih?” tanya Cak Supo sembari kepalanya di dekatkan agar bisa ikut melihat layar ponsel.

“Ini lo, Cak. Ada anjing lucu-lucu. Mereka lomba lari” jawab salah seorang remaja.

“Di mana lucunya anjing balap lari?” tanya Cak Supo. Dahinya mengkerut tanda dirinya benar-benar tak paham dengan penjelasan lawan bicaranya.

“Mereka lari sambil berdiri” sahut salah satu dari mereka yang berbaju merah.

“Lah! Tambah heran lagi saya. Tidak ada menariknya anjing lari sambil berdiri. Kambing-kambingku juga bisa berlari sambil berdiri” kata Cak Supo. Kali ini nadanya agak ketus.

“Beneran, Cak?” kata salah sau remaja lainnya.

“Kalo tidak percaya, kamu lihat kambing-kambingku di lapangan belakang warung ini” kata lelaki berusia 40 tahun itu sambil menuangkan kopi ke lepek.

“Ayo, buktikan” tantang salah satu remaja paling ceking badannya.

“Tidak mau kalo tak ada taruhannya” tolak Cak Supo sembali melempar senyum kecut.

“Kopi aku yang bayar tambah sebungkus gudang garam” sahut remaja berbaju merah.

“Oke! setuju. Sekarang kamu ke belakang warung. Mereka sedari tadi berdiri sambil makan rumput” kata Cak Supo.

Ketiga remaja tersebut langsung beranjak dari tempat duduknya. Bergegas ke belakang warung. Namun tak sampai satu menit mereka kembali dengan raut muka bersungut-sungut.

“Bohong, sampeyan!”

“Siapa yang bohong? mereka sedang berdiri makan rumput, kan?”

“Tidak!” kata remaja ceking dengan sedikit membentak.

“Hmm. Menurut kalian kambing berdiri itu seperti apa? yang namanya kambing jika berdiri ya pakai empat kaki. Karena memang seperti itu berdirinya kambing,” jawab Cak Supo ringan.

Ketiga remaja itu akhirnya duduk sembari memasang muka kecut.

“Kalah lagi, kalian. Hahahahaaa” kata Cak Sutris, pemilik warung sambil tertawa terbahak-bahak.

“Konsep berfikir kalian yang salah. Berdiri bagi manusia yang pakai dua kaki, kalo kambing, unta, sapi itu berdirinya yang pakai empat kaki,” Cak Supo tersenyum mengejek.

Cak Supo lantas menceritakan bagaiamana ada seorang guru menantang murid-muridnya untuk membuat telur bisa berdiri di atas meja.

Semuanya siswanya mencobanya dan tidak ada satupun yang merasa berhasil. Sang Guru lantas meletakan telur tersebut begitu saja sembari bilang bahwa seperti itulah telur berdiri di atas meja.

Murid-murid tersebut terkejut sekaligus jengkel. Para siswa sebelumnya sibuk membuat telur tersebut bisa berdiri dengan posisi bagian ujung yang elips berada di bawah atau di atas.

Guru itu memberikan pelajaran bahwa memperlakukan atau memandang sesuatu harus disesuaikan dengan konteksnya. Kita terkadang sibuk atau membuang energi terlampau banyak hanya karena memaksakan sebuah definisi yang diambil menggunakan takaran diri kita ke hal lain yang sangat mungkin tidak cocok.

“Kalian hanya salah memilih kata. Harusnya jangan bilang anjing lomba lari sambil berdiri. Karena bagi saya, tidak ada yang aneh dengan anjing berdiri dan lari” pesan Cak Supo.

“Cak Sutris, Kopi dan Gudang Garam sebungkus ini anak-anak ini yang bayar. Hahahaha….” Cak Supo meninggalkan warung sembari terus tertawa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here