Masjid Kumamoto Sedang Berbenah dari Kerusakan Akibat Gempa Tahun Lalu

Kecerian Warga Muslim di Masjid Kumamoto

Tahun lalu, April 2016 saya mengalami sebuah keadaan penuh kepanikan. Paling menyeramkan yang pernah alami sepanjang hidup saya. Gempa berkekuatan 7,3 SR mengguncang Kumamoto, Jepang pada tengah malam.

Di malam yang dingin dan gelap serta diiring gempa susulan saya mendekap Nahla, anak saya berlari menuju tempat pengungsian.

Beberapa minggu harus menjalani hidup shelter yang pastinya membosankan serta meningkatnya stress hari demi hari. Saya sendiri hanya sedikit mempunyai ‘hiburan batin’ kala itu dengan ikut sedikt membantu di Masjid Kumamoto yang menjadi posko penyaluran bantuan yang berasal dari komunitas Muslim di Jepang.

Meski saya suka menulis dan gemar membuat video, entah kenapa saya sama sekali tidak berminat untuk menulis pengalaman itu atau paling tidak membuat rekaman berupa video.

Laptop ada, kamera tersedia di tas dan ponsel pun selalu ada dalam jangkauan tetapi tidak terbesit sedikitpun untuk menuliskannya. Saya sempat bikin video dengan durasi beberapa detik saja, itupun saya buat sebagai bagian dari komunikasi daya dengan pihak KBRI kala itu.

Bahkan beberapakali saya menolak tawaran wawancara dari beberapa media. Hanya dua kali saya bersedia bicara dengan media, pertama dengan Radio Suara Surabaya dan yang kedua TV One. Itu pun saya lakukan setelah mempertimbangkan beberapa hal, misalnya ingin memberikan kabar kepada keluarga di Indonesia bahwa kita dalam kondisi baik-baik saja, sehingga tak perlu terlampau khawatir. Saya tidak tahu bagaimana media di Tanah Air saat itu memberitakan tragedi di Kumamoto, sehingga banyak yang simpang siur yang membuat keluarga kami di kampung halaman semakin gelisah.

Setelah setahun, tanpa pernah berkenan bercerita banyak mengenai bencana tersebut, akhirnya hari ini saya menuliskan sesuatu tentang gempa itu. Namun bukan mengenai apa yang saya alami, akan tetapi perihal Masjid Kumamoto yang sedang perlu dana untuk renovasi.

Gempa dengan kekuatan cukup tinggi serta gempa susulan setelahnya yang terjadi ratusan kali membuat bangunan Masjid mengalami beberapa kerusakan. Masjid yang ketika gempa menjadi salah satu tempat yang digunakan untuk penyalur bantuan bagi korban gempa tersebut kini sedang membutuhkan dana untuk memperbaiki beberapa bagian.

Satu-satunya Masjid di Kumamoto yang sering dipakai oleh saudara-saudara Muslim asal Indonesia untuk melangsungkan beberapa kegiatan keagaamaan itu kini sedang berusaha memulihkan kondisinya.

Berdasarkan hasil observasi pihak Masjid, diketahui bahwa dana yang dibutuhkan untuk perbaikan tersebut adalah 3.700.000 Yen atau sekitar 400 juta rupiah. Selama setahun terakhir, dana yang sudah berhasil dihimpun adalah 2.232.454 yen. Sehingga ada kekurangan sekitar 1.467.546 yen.

Bagi siapa saja yang berkeinginan untuk menyisihkan sedikit rejekinya guna membantu perbaikan Masjid Kumamoto, bisa menghubungi Marlo Siswahyu (+8190-1345-9975) atau salah satu jamaah Masjid Kumamoto yang saat ini sudah berada di Indonesia, Halda Aditya Belgaman (+62812-9077-5919).

Dana renovasi Masjid Kumamoto dihimpun melalui rekening Japan Post Bank atas nama Kumamoto Islamic Center dengan nomer rekening 17110-11454811. Bagi yang kesulitan juga bisa menyumbangkan dananya melalui jalur kitabisa.com (sila klik di sini).

Semoga kekurangan dana tersebut segera bisa terpenuhi dan renovasi bisa berjalan lancar hingga saudara-saudara muslim yang ada di Kumamoto bisa ibadah dengan nyaman dan tenang kembali.

Mohon bantaunnya untuk share artikel ini agar semakin banyak yang berkesempatan untuk membelanjakan hartanya di jalan Allah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here