Apple Ingin Beli Kembali Produk Lamanya untuk Selamatkan Bumi

89 views
© technokrata.hu

LazNews! – Walaupun tidak dalam porsi besar untuk pembuatan sebuah produk, namun dipungkiri atau tidak, banyak perangkat elektronik yang sekarang ini diperjualbelikan secara bebas mengandung material nikel di dalamnya. Sayangnya, dengan banyaknya perusahaan dan produk-produknya yang diciptakan lalu dijual, maka secara tidak langsung menguras kekayaan bumi itu yang mana tidak dapat diperbarui lagi untuk dinikmati generasi mendatang.

Untuk itu, bertepatan dengan diselenggarakannya Earth Day atau Hari Bumi, dalam laporannya yang berjudul 2017 Environment Responsibility Report, Apple berencana untuk membeli kembali semua produk-produk lama mereka dari konsumen yang sudah tidak membutuhkannya lagi untuk didaur ulang dan kemudian beberapa bagian atau material nikel di dalamnya digunakan kembali untuk dijadikan produk terbaru.

Bahkan pihak Apple juga mengatakan bahwa suatu hari nanti, mereka akan berhenti untuk ‘menambang’ bumi untuk mendapatkan mineral langka, seperti logam atau nikel dan akan menggunakan 100 persen material dari bahan daur ulang.

“Kita sekarang tidak dapat memungkiri bahwa perubahan iklan sangat cepat. Sumber daya alam sudah banyak dikuras dan tidak akan bertahan selamanya. Teknologi harusnya aman untuk diciptakan dan digunakan setiap orang. Kita tidak akan bertanya mengenai realita, tapi kita akan tantang diri sendiri untuk bertanya apa yang dapat kita lakukan untuk itu (lingkungan dan sumber daya) dalam setiap bagian dari bisnis kita ini,” tulis Apple dalam pernyataannya, seperti yang dikutip dari CNET.com (19/4/2017).

Sayangnya, menurut Apple’s VP of Environment, Policy, and Social Initiatives, Lisa Jackson, walaupun sudah mengumumkan untuk menggunakan bahan daur ulang atau lebih mencintai bumi lagi, namun Apple masih bingung harus bagaimana dan kapan akan memulainya.

“Kami ingin benar-benar melakukan sesuatu yang (perusahaan lain) jarang melakukannya. Hanya saja, kita telah mengumumkan sebuah tujuan baik, namun kita sendiri masih memikirkan bagaimana cara melakukannya. Jadi suatu hal yang wajar kami menjadi sedikit gugup. Akan tetapi hal itu (program daur ulang) adalah sesuatu yang penting dan wajib dilakukan,” ucap Lisa.

Menurut data dari United Nations University (PDF) terkait pendaurulangan limbah elektronik secara global pada tahun 2014 lalu hanya kurang dari 16 persen saja. Hal itu berbanding terbalik dengan jumlah sampak elektronik yang hanya di Asia saja mampu mencapai 63 persen dalam 5 tahun terakhir ini.

Oleh karenanya, berkaca pada hal tersebut, Apple benar-benar memikirkan bagaimana solusi dan cara untuk dapat menggunakan material dari bahan daur ulang produk lama mereka. Rencana yang terlintas di awal adalah untuk membeli semua produk Apple yang sudah tidak dipakai lagi dari pemasok dan menggunakan beberapa bagian di dalamnya untuk membuat produk baru.

“Kami berkomitmen sebagai perusahaan besar untuk tidak menggunakan lagi sumber daya alam dan memulai untuk menggunakan material daur ulang,” lanjut Lisa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here