Tinggalkan PIN, Mastercard Akan Gunakan Sensor Sidik Jari

© inquirer.net

LazNews! – Apabila selama ini para pengguna kartu kredit harus menggunakan PIN ketika akan bertransaksi, maka Mastercard memperkenalkan cara atau sistem terbaru mereka, yaitu menggunakan sensor sidikjari. Penggunaan cara baru tersebut mengikuti kesuksesan yang telah mereka ujicobakan di Afrika Selatan beberapa waktu sebelumnya.

Di beberapa negara di Eropa memang selama ini menggunakan metode yang sama untuk para pelanggan perangkat mobile yang ingin membayar tagihan bulanan atas pemakaian perangkat komunikasinya itu, yaitu dengan menekan ibu jari dan mesin akan memindainya sebagai tanda pembayaran. Hal itulah yang dikembangkan dan digunakan oleh Mastercard sekarang ini.

Para pakar teknologi mengatakan bahwa dengan menggunakan metode pemindaian sidik jari adalah langkah tepat karena tidak dapat ditiru atau bahkan dicuri pihak lain karena menggunakan sistem sensor biometric yang sangat tepat.

“Teknolodi sensor sidik jari akan membantu para pengguna kartu kredit untuk merasa aman dan nyaman dalam bertransaksi karena caranya tidak dapat ditiru atau dicuri,” ungkap Mastercard’s chief of safety and security, Ajay Bhalla, seperti yang dikutip dari BBC.com (20/4/2017).

Namun pertanyaannya adalah apakah teknologi sensor sidik jari ini benar-benar aman?

Menurut Karsten Nohl, kepala ilmuwan di Laboratorium Penelitian Keamanan Berlin, dia hanya membutuhkan benda apapun yang pernah digunakan sebelumnya. Dengan menggunakan benda yang pernah digunakan sebelumnya, maka seseorang dapat mencuri atau menduplikasi sidik jari yang menempel pada benda tersebut untuk dapat dipergunakan dalam mengelabui sistemnya.

“Saya hanya butuh segelas atau sesuatu yang telah Anda sentuh sebelumnya. Di benda itu akan terdapat bekas sidik jari yang dapat dimanipulasi siapa saja sebelum benar-benar menghilang,” jelas Nohl.

Walaupun mengatakan bahwa teknologi sensor sidik jari masih memiliki celah untuk diretas atau ditaklukkan, namun dia optimis di kemudian hari dapat dikembangkan sedemikian rupa lagi sehingga aman untuk dipakai siapa saja.

“Akan tetapi ini (sensor sidik jari) adalah lebih baik daripada yang kita gunakan sekarang ini (penggunaan PIN),” lanjut Nohl.

“Dengan menggunakan kombinasi chip dan PIN sangatlah lemah, tapi memakai sidik jari dapat menghilangkan kelemahan tersebut. Sidik jari dapat membantu kita yang sering lupa akan kata kunci atau PIN.” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here