Pemerintah Australia Pusing Akan Laporan Serangan Hiu Terhadap Manusia

223 views
© time.com

LazNews! – Hal yang sangat mengerikan adalah saat Anda sedang asyik berselancar di lautan luas dan menemukan ada hiu besar dengan panjang hingga enam meter dan berat lebih dari satu ton mendekat. Kira-kira apa yang akan pikirkan dan apa yang akan Anda lakukan saat itu? Sebagian besar dari Anda pasti akan ketakutan dan pasrah, apa lagi jika Anda sendirian dan tidak ada penolong yang dapat menyelematkan.

Ada beberapa kasus yang menyeramkan yang telah terjadi karena penyerangan hiu dan paling banyak adalah penyerangan oleh hiu putih di Australia yang mana ada 18 kasus selama 6 tahun terakhir. Kasus terakhir, terjadi pada gadis bernama Laeticia Brouwer (17)  yang diserang oleh seekor hiu pada Senin (17/4) saat berselancar di Australia Barat.

Seperti yang dikutip dari BBC.com (19/4/2017), Menteri Lingkungan Federal Australia, Josh Frydenberg menanggapi kejadian tersebut dengan pernyataan bahwa dia akan mempertimbangkan beberapa pendapat baru bagaimana cara menurunkan angka kejadian penyerangan hiu dan dia menambahkan bahwa pemerintah akan menyambut setiap usulan untuk keselamatan manusia.

Solusi yang mungkin dapat diterapkan untuk menjaga keamanan pada manusia dan tetap menjaga keberlangsungan ekosistem laut adalah :

  1. Perisai hiu (Shark Shield)

Perisai hiu adalah alat yang dapat mengeluarkan gelombang elektromagnetik untuk mencegah hiu mendekat. Pemerintah Australia Barat telah mengusulkan subsidi sebesar USD 200 atau sekitar Rp 2 juta untuk pembuatan alat tersebut.

Namun banyak pihak yang beranggapan bahwa alat ini dinilai cukup mahal untuk dipakai oleh orang awam, selain itu ada beberapa hasil penelitian yang dilakukan Institut Kelautan Universitas Western Australia, yang menyimpulkan bahwa perisai hiu tidak begitu efektif untuk menghindari serangan hiu, karena hewan karnivora lautan itu memiliki kecepatan penglihatan yang baik yang mampu melihat siluet para peselancar dengan cepat sebelum gelombang elektromagnetik bekerja.

  1. Jaringan hiu (Shark Nets)

Jaring hiu terbentang di atas air untuk menghindarkan perenang dan peselancar dari hewan atau benda yang mendekati mereka. Metode ini bukanlah hal baru di Australia, setidaknya sudah dilakukan selama beberapa dekade terakhir. Pemerintah New South Wales melaporkan bahwa dengan jaring yang terpasang dari tahun 2015-2016 telah berhasil melindungi manusia dari 133 hiu yang terkena jaring tersebut.

Namun di sisi lain, sebuah laporan pemerintah menunjukkan ada 615 hewan laut lainnya yang juga tertangkap, termasuk 90 spesies yang terancam punah atau dilindungi dan yang mengejutkan adalah hampir setengah dari semua spesies tersebut mati setelah tertangkap di jaring. Oleh karena itu banyak aktivis yang menentang penggunaan alat tersebut.

  1. Garis Drum dan pemusnahan hiu (Drum lines and culling)

Metode ini adalah kait umpan yang tersuspensi di bawah air dan diikat pada pelampung di permukaan air. Di mana kait umpan dilabuhkan hingga ke dasar laut, sehingga hiu tidak tidak dapat pergi ke tempat lain setelah hewan tersebut terperangkap. Namun hal yang paling kejam adalah hiu besar yang terperangkap akan dimusnahkan, sedangkan hiu kecil akan dilepaskan.

Metode  ini adalah kebijakan pemerintahan Australia Barat yang telah digunakan di negara bagian lainnya. Tapi banyak pihak yang mempertanyakan keefektifannya, termasuk pemerintahan yang sekarang yang sekarang menjabat.

Sementara ini, pemerintah Australia berkomitmen pada program untuk melestarikan populasi hiu dan mempertimbangkan metode pemusnahan yang selama ini telah dijalankan, karena selama ini metode pemusnahan sering kali menuai kecaman dari masyarakat peduli lingkungan dan ekosistem Australia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here