Benarkah Keinginan Berbuat Curang Diatur Oleh Otak?

126 views
© nytimes.com

LazNews! – Mungkin siapa saja pernah berbuat curang, tidak hanya untuk urusan sepele atau permainan, namun juga ketika berhubungan dengan hal yang lebih penting. Terkait dengan hal ini, muncul pertanyaan, apakah rasa ingin berbuat curang tersebut sepenuhnya dikendalikan oleh otak atau tidak.

Penelitian yang dipimpin oleh Michel Maréchal, Profesor UZH bidang Ekonomi Eksperimental dari University of Zurich ini ingin melihat apakah kecurangan memiliki kaitan dengan otak atau tidak. Para peneliti mencobanya dengan merangsang bagian otak yang bertanggung jawab atas regulasi pemikiran dan pemutusan tindakan.

Tim memisahkan 145 mahasiswa menjadi 10 kelompok, sebagian kelompok menerima stimulasi arus balik transkranial non-invasif melalui korteks prefrontal dorsolateral kanan (rDLPFC), di mana cara tersebut dapat menstimulasi sel otak lebih aktif, sementara yang lain menerima stimulasi palsu. Elektroda diletakkan di atas daerah otak yang telah diidentifikasi melalui studi fMRI.

Setiap peserta diberi tugas untuk memutar balok yang terdiri dari angka-angka, hingga sepuluh kali. Dalam melakukan tugas itu, para partisipan memutar balok tersebut tanpa ada pengawas yang memantau mereka.

Untuk lebih menekankan pada tugas dan kewajibannya, ada beberapa angka yang terdapat pada balok itu jika didapatkan para partisipan, maka mereka harus membayar sebagai denda.

Setelah mereka memutar balok tersebut mereka akan melaporkan angka apa saja yang didapatkan. Cara yang dilakukan ini digunakan untuk melihat apakah para partisipan jujur atau tidak.

Seperti yang dilansir oleh Wired.co.uk (12/4/2017), kebanyakan partisipan tampaknya lebih mengutamakan kepentingan pribadi yang mana akan melakukan kecurangan saat ada kesempatan. Lebih dari 8,5 persen dari semua peserta telah berbohong dan yang sangat mengejutkan peserta yang tidak jujur sebagian besar bukan dari kelompok yang telah distimulasi otaknya.

Dari hasil penelitian tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa keinginan melakukan kecurangan bukan berdasarkan mekanisme kerja otak melainkan karena keinginan pribadi. Otak hanya membantu untuk memberikan gambaran apa yang akan didapatkan jika melakukannya, tapi hasrat adalah penentu langkah mana yang akan mereka lakukan.

Hasil dari penelitian ini di muat pada jurnal PNAS, yang menyimpulkan bahwa otak manusia menerapkan proses khusus yang memungkinkan setiap orang berlaku jujur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here