Orang Amerika Serikat Lebih Mudah Telan Hoax Dibandingkan di Prancis atau Jerman

© thewire.in

Tidak hanya di Indonesia atau di Amerika Serikat saja, peredaran berita-berita bohong atau hoax kala dilakukannya pemilihan pemimpin, baik yang menjabat sebagai pemerintah kota atau negara, kerap beredar luas dan membingungkan masyarakat.

Di Prancis baru-baru ini juga ada pemilihan presiden yang mana menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Oxford University mengatakan bahwa berita bohong tersebut menyebar luas melalui Twitter.

Seperti yang diulas di TheVerge.com (21/4/2017) yang mengutip dari Reuters, telah ditemukan sebanyak 25 persen konten hoax yang berlalu-lalang di Twitter saat dilakukannya pemilihan presiden tersebut. bahkan ada lebih dari 840 ribu tweet seperti itu bermunculan dalam satu minggu di bulan Maret lalu.

Menurut para peneliti, tweet dengan konten hoax tersebut  rata-rata mengujarkan ideology ekstrem sampai dengan konspirasi yang dimunculkan oleh para pendukung partisipan.

Akan tetapi yang menjadi keunikan tersendiri adalah walaupun dikatakan berita hoax namun informasi yang beredar di Twitter tersebut nampak sangat nyata dan kredibel dengan dukungan berbagai sumber sampai dengan bukti.

Lain halnya dengan yang ada di Amerika Serikat saat pemilihan presiden lalu. Banyak berita hoax yang tidak hanya beredar di Twitter saja melainkan di berbagai media justru sangat buruk dan dapat diketahui pasti bahwa informasi tersebut adalah palsu.

Bahkan menurut penelitian tersebut, jika dibandingkan dengan Prancis, berita-berita bohong yang beredar di Amerika Serikat lebih buruk dan lebih besar. Uniknya, menurut Philip Howard dati Oxford University mengatakan bahwa kualitas berita bohong yang tersebar di Amerika Serikat seperti ditelan mentah-mentah oleh orang-orang di Negeri Paman Sam itu.

“Dari semuanya, para pemilih di Amerika Serikat telah berbagi berita dengan kualitas sangat rendah. Di Prancis atau Jerman, hal semacam itu sangat kecil porsinya dibandingkan dengan di Amerika Serikat,” ungkap Philip.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here