Inilah Efek Minum Soda atau Berkarbonasi Terhadap Otak

© howtoinvestiniran.com

LazNews! – Sepertinya Anda harus memulai mengurangi konsumsi minuman bersoda karena menurut penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Boston University School of Medicine membuktikan bahwa pengkonsumsi soda memiliki resiko tiga kali lipat lebih tinggi terkena stroke dibanding seseorang yang tidak mengkonsumsinya.

Periset telah melakukan penelitian korelasi kepada seseorang yang mengkonsumsi minuman bersoda dan seseorang yang mengkonsumsi minuman manis secara berlebihan. Dalam penelitian tersebut, para peneliti melihat dampak yang dihasilkan minuman berkarbonasi dapat menyebabkan kerusakan otak, masalah pada pembuluh darah sampai dengan diabetes.

“Hasil dari penelitian ini sangat kuat dan memiliki pengaruh, ” kata Sudha Seshadri, seorang profesor neurologi di Boston University School of Medicine (MED), yang juga merupakan penulis senior di kedua makalah tersebut, seperti yang dikutip dari ScienceDaily.com (20/4/2017).

Matthew Pase, seorang rekan di departemen neurologi MED dan seorang penyidik ​​di FHS yang juga penulis kedua makalah tersebut mengatakan bahwa kelebihan gula dalam darah telah lama dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular dan metabolik seperti obesitas serta penyakit jantung dan diabetes tipe 2, namun sedikit diketahui tentang efek jangka panjangnya pada otak manusia.

Untuk penelitian pertama, para peneliti menganalisa data termasuk data hasil pemindaian MRI (magnetic resonance imaging) dan hasil pengujian kognitif dari 4.000 orang yang mengonsumsi sedikitnya dua minuman manis setiap hari, seperti soda, jus buah dan minuman ringan lainnya.

Para peneliti menemukan adanya tanda-tanda peningkatan penuaan otak yang sangat signifikan, termasuk volume otak yang lebih kecil, memori episodik yang lebih buruk dan hippocampus yang menyusut pada kelompok yang mengonsumsi minuman dengan asupan tinggi.

Kelompok yang mengonsumsi minuman bersoda lebih dari satu kali perhari memiliki risiko terkena penyakit Alzheimer stadium awal dibanding kelompok yang mengonsumsi minuman lainnya.

Dalam studi kedua, para periset menggunakan data hanya dari kohort Offspring yang lebih tua, di mana para peneliti melihat secara khusus apakah partisipan menderita stroke atau menderita demensia karena penyakit Alzheimer.

Setelah mengukur asupan minuman pada tiga poin selama tujuh tahun, para periset kemudian memantau partisipan selama 10 tahun. Dari penelitian ini, peneliti menemukan bahwa tidak ada korelasi antara asupan minuman bergula terhadap stroke atau demensia. Namun, mereka menemukan bahwa partisipan yang minum soda per hari hampir tiga kali lebih mungkin terkena stroke dan demensia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here