Medali untuk Olimpiade Tokyo 2020 Diciptakan dari Perangkan Elektronik Bekas

103 views
© sportskeeda.com

LazNews! – Terkait dengan bakal digelarnya Olimpiade Tokyo tahun 2020, Pemerintah Jepang yang memahami bahwa negaranya sangat kurang akan sumber daya alam, mencoba inovasi baru dengan membuat medali (emas, perak dan perunggu)dengan material yang berasal dari perangkat elektronik bekas.

Rata-rata perangkat elektronik yang bakal didaurulang untuk dijadikan medali adalah perangkat mobile yang telah usang dan tidak digunakan lagi. Oleh karenanya, panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo tahun 2020 meminta agar masyarakat Jepang membantu mereka dalam pengumpulan atau menyumbangkan gadget lama mereka.

Setidaknya dibutuhkan sekitar 5.000 medali Olimpiade dan Paralimpik yang akan diberikan kepada para pemenang di Olimpiade Tokyo tahun 2020 mendatang. Bahkan ide para panitia itu juga merupakan rekomendasi dari Komite Olimpiade Internasional. Setidaknya, para panitia penyelenggara membutuhkan sekitar 8 ton logam yang mana hanya akan menjadi 2 ton saja setelah mengalami proses reduksi.

Seperti yang dikutip dari NewAtlas.com (2/2/2017), sampai sekarang sudah ada lebih dari 2.400 gerai operator NTT Docomo yang menyediakan tempat khusus untuk mereka yang ingin menyumbangkan perangkat mobile, gadget dan barang-barang elektronik mereka yang sudah tidak dipakai lagi.

“Medali untuk Olimpiade Tokyo tahun 2020 tercipta berkat pemikiran dan sumbangsih masyarakat. Selain itu, hal ini juga sebagai langkah tepat dalam mengatasi permasalahan sampah elektronik,” ujar peraih medali emas Olimpiade tiga kali Jepang Kohei Uchimura yang juga menjadi salah satu panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo tahun 2020.

Panitia berharap dapat melanjutkan program seperti ini hingga masa yang akan datang karena dinilai sangat bermanfaat dari pada penggunaan emas, perak atau perunggu murni yang biasa digunakan.

Selain dapat mengefisiensi penggunaan bahan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, tapi juga dapat menurunkan jumlah sampah elektronik yang selama ini menjadi permasalahan tertinggi di Jepang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here