Kenapa Negara Indonesia ini Tidak Bisa Maju dan Besar?

298 views

Cak Laz, Kira-kira kenapa Negara Indonesia ini tidak bisa maju dan besar?” sebuah pertanyaan dari seorang teman di group whatsapp.

Saya juga tidak paham, kenapa pertanyaan sejenis ini dilontarkan kepada saya. Memangnya saya ini siapa? hehehee…

Namun sudahlah, dibalik ketidakpahaman saya atas pertanyaan itu, saya menjawab sekenanya. Bukan karena saya mengetahui jawabannya, akan tetapi lebih karena tidak setuju dengan pertanyaan seperti itu.

Saya protes dengan mempertanyakan balik mengenai klaim bahwa Indonesia tidak maju dan besar. Sebab bagi saya orang-orang Indonesia itu keren, dan punya peradaban yang lebih dibanding yang lainnya.

Sahabat saya tersebut kemudian mengejar dengan meminta saya membuat perbandingan dengan Jepang, tempat tinggal saya saat ini.

Lebih maju orang Indonesia. Orang Jepang menyeberang jalan saja membutuhkan traffic light, sementara orang Indonesia tidak membutuhkan hal tersebut. Orang Indonesia sudah terlatih instingnya sehingga tidak membutuhkan lampu merah dan sebagainya” jawabku.

Saya menjawab seperti itu sebenarnya tidak sepenuhnya satire atau nyinyir. Bagi saya sudah ada selip pemikiran dengan menyatakan bahwa Bangsa Indonesia ini tertinggal dengan bangsa barat. Padahal, menempatkan Indonesia berada di urutan bawah karena parameternya modernitas ala barat.

Sebelumnya, saya pernah bercerita bagaimana ketika saya memposting sebuah kisah mengenai sepeda yang terparkir di sebuah taman di Jepang selama berhari-hari namun tidak ada yang mengambilnya, padahal tidak dikunci. (Baca: Sepeda dan Ratu Sima)

Terhadap postingan tersebut lantas memancing orang-orang menyatakan pujiannya terhadap kebudayaan orang Jepang dalam hal kejujuran sehingga tak mengambil sepeda tersebut.

Orang Jepang keren, ya? Andai orang Indonesia seperti itu” kira-kira seperti itu respon sebagai besar orang.

Sesungguhnya saya merasa sedih dengan hal tersebut. Kenapa setiap sesuatu yang baik selalu merujuknya ke negara lain, kebudayaan luar? Padahal nusantara punya kejujuran orang-orang Kalingga di masa pemerintahan Ratu Sima.

Ini yang membuat saya sedikit gerah kalo ada yang sudah mulai memperbandingkan Bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain. Bangsa ya, bukan pemerintah.

Orang-orang Indonesia, manusia Nusantara telah memiliki ketangguhan luar biasa. Mari sama-sama mempelajari leluhur kita agar tidak terpukau oleh budaya orang lain yang belum tentu cocok dengan kultur kebudayaan kita.

Negara Indonesia saat ini adalah produk adopsi dari budaya luar, bukan kontiunitas dari kearifan dan kebudayaan para leluhur.

Pola ini lantas menumbuhkan rasa minder kelas akut. Parameter kemajuan adalah bangsa barat dan kemudian menempatkan bangsa sendiri, Indonesia berada di level tertinggal, berkembang, dunia ketiga atau berbagai jenis sebutan lainnya.

Kita dipaksa mengejar sebuah cakrawala yang diciptakan oleh dunia lain yang sangat mungkin tidak bisa menyatu dengan gen bangsa Indonesia. Pola adopsi yang cukup gegabah ini terjadi banyak sektor, kurikulum pendidikan, sistem bernegara dan lain sebagainya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here