Cerpen Ahok Veronica

58 views

Saya sama sekali tidak tertarik dengan persoalan rumahtangga Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang belakangan santer diberitakan. Kalo saja bukan karena urusan kerjaan, saya mungkin bakal menghindari berita-berita soal Ahok yang tengah menggugat cerai Verorina Tan tersebut.

Akan tetapi setelah saya mengikuti kabar selama dua hari ini, ada satu hal yang mencuri perhatian saya. Sesuatu yang kalo boleh jujur telah membuat saya iri sekaligus minder.

Berita ini awalnya cukup simpang siur, bahkan di hari pertama, hampir semua orang mengangap berita ini hoax. Ketika sudah cukup banyak pernyataan dari pengacara Ahok yang membenarkan gugatan itu pun masih banyak yang mencoba menyangkal. Meskipun berdasarkan tebakan saya, upaya penyangkalan itu juga ada yang berdasar karena ketidakrelaan mereka menerima kenyataan bahwa tokoh yang diidolakan selama ini harus mengalami tragedi rumah tangga.

Di sisi lain, ketika kabar ini masih sangat minim bahan informansi, muncul beragam spekulasi. Bermacam dugaan itu terkesan sangat liar karena sebagian besar dari praduga-praduga itu tidak dipondasi dengan bukti kuat.

Pada bagian ini yang membuat saya iri dan minder. Saya sedari dulu pengen bisa nulis cerpen yang baik, dan salah satu kendala saya adalah kesulitan menemukan ide. Sementara saat kasus rumah tangga Ahok ini saya lihat orang-orang begitu lihai dalam berspekulasi. Mulai dari yang pindah agama, soal gono gini yang dihubung-hubungkan dengan korupsi dan lain sebagainya.

Wow, sama sekali tak pernah terpikirkan oleh saya berbagai macam skenario itu. Mereka memang luar biasa.

Saya tidak menyatakan mereka salah atau benar. Akan tetapi dari cara mereka menyajikan praduga-praduga itu tanpa disertai dengan bukti nyata sehingga yang saya tangkap adalah khayalan, layaknya orang sedang nulis sebuah karya fiksi. Di sini letak ketidaketisannya.

Kerangka ceritanya memang logis, jika dijadikan cerpen mungkin masih masuk. Akan tetapi seakan orang lupa bahwa yang sedang mereka komentari dan duga-duga itu adalah manusia di dunia nyata yang tidak bisa seenaknya kita karang-karang cerita sebebas imajinasi.

Yang sedang kalian tulis adalah sebuah keluarga yang terdiri dari manusia nyata, bukan tokoh-tokoh karangan di cerpen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here