Cara Bertamu yang Tak Lazim dan Ulang Tahun Gus Ar

145 views

Kang Murzir ini memang punya kebiasaan yang tak lazim jika dibandingkan dengan orang-orang sekarang. Hari sebelumnya, ia mengirimkan foto rumah saya yang tertutup pagarnya. Ia bermaksud bertamu, namun saya sedang tak ada di rumah. Kenapa tak hubungi saya dulu?

Tapi saya percaya, Kang Munzir menikmati momen-momen seperti itu. Seperti orang dulu yang bertamu tanpa pernah mengetahui dengan pasti tuan rumah berada di tempat atau sedang pergi.

Begitu juga esok harinya, saat saya mengantar Kang Munzir ke rumah Cak Dil. Ia memilih tak menginformasikan niatannya tersebut ke Cak Dil, langsung saja meluncur ke rumah. Hasilnya? Tak bertemu karena Cak Dil sudah keluar.

Kang Munzir hanya mengirimkan foto dirinya dengan anak Cak Dil di depan rumah. Tentu saja membuat Cak Dil kaget. Sementara Kang Munzir hanya tertawa santai mengetahui orang yang akan dikunjungi tersebut tak di rumah.

Selanjutnya, melalui sambungan telpon saya bertanya ke Cak Dil mengenai posisinya. Ternyata Cak Dil akan menghadiri undangan Cak Bagong, acara ulang tahun Gus Ar.

Jelas saya senang, pasalnya saya sebelumnya juga diundang Cak Bagong ke acara tersebut dan harus minta ijin untuk tak hadir karena saya mewajibkan diri untuk menemani Kang Munzir.

Allah memang paling sempurna dalam menetapkan rencana, ketlingsingan saya dan Kang Munzir dengan Cak Dil malah membuat membuat saya bisa menemui tiga kebahagiaan sekaligus malam itu, yakni menemani Kang Munzir, menemui Cak Dil sekaligus menghadiri undangan Cak Bagong.

Sesampainya di rumah Cak Basori, tempat ulang tahun Gus Ar di gelar, kami langsung bisa menikmati sholawatan yang dibawakan oleh Gamelan Cinta.

Setelah sudah banyak yang berkumpul, Cak Bagong naik ke panggung yang hanya setinggi kurang dari 50 sentimenter, khas acara maiyahan. Ia menceritakan awal mula Gus Ar lahir, yakni oktober 2015 silam.

Cak Bagong berkelakar mengenai banyaknya orang belum tahu bahwa Gus Ar itu sebenarnya bukan nama orang, akan tetapi sebuah nama gerakan yang dibidani oleh Aremaiyah. Gus Ar adalah kependekan dari Gerakan Sukur Aremaiyah. Sukur sendiri merupakan plesetan dari susuk’e rokok (uang kembalian beli rokok). Begitu penjelasan singkat mengenai Gus Ar dari Cak Bagong.

Gus Ar bergerak dikegiatan-kegiatan sosial. Uang yang terkumpul akan disalurkan kepada pihak lain yang dinilai memerlukannya. Selain itu, tentunya Gus Ar juga aktif dalam kesenian yang mereka ekspresikan melalui Gamelan Cinta.

Selanjutnya Cak Dil dan Kang Munzir didapuk untuk ke atas panggung memberikan pesan-pesan mengenai Gus Ar.

Cak Dil memberikan apresisasi atas istiqomahnya Gus Ar dalam berkegiatan. Konsistensi tersebut patut untuk diapresiasi. Demikian juga Kang Munzir yang juga menaruh perhatian terhadap keistiqomahan Gus Ar.

Saya sendiri terpaksa naik panggung setelah Cak Tofa engggan maju. Sejujurnya saya merasa tak ada pantes-pantesnya untuk naik ke panggung. Akan tetapi harus maju untuk sampaikan bahwa saya terkesan dengan perjuangan Cak Bagong, Cak Basori dan teman yang lain dalam menggawangi gerakan ini.

Tentu saja saya mengucapkan selamat kepada Gus Ar, melangitkan do’a-do’a terbaik untuk komunitas ini. Sebuah gerakan yang saya percayai tumbuh dari bibit bernama maiyah.

Maiyah saya ibaratkan biji yang ditanam di hati jama’ahnya. Bentuk tumbuhnya bisa berbeda-beda pada tiap orang atau kelompok, namun ada beberapa hal yang menurut saya akan sama. Apapun bentuk tumbuhnya, nilai utamanya hampir selalu tentang perjalanan untuk mencintai Allah dan Kanjeng Nabi Muhammad serta menebar kebaikan kepada sesama manusia.

Kemudian saya memberikan contoh mengenai pertemuan pertama saya dengan Cak Basori yang malah bukan di acara maiyah. Saya bersua dengan beliau ketika bersama dengan Kiai Agus Sunyoto memberikan santunan kepada para duafa di sebuah kampung. Jalur pengekspresian nilai maiyah bisa tak sama, namun karena “DNA” serupa, maka kemungkinan besar akan bertemu juga di jalan kebaikan yang sama.

Sekali lagi, lewat tulisan ini saya utarakan rasa kagum saya atas Gus Ar sekaligus untuk yang kesekian kalinya mengucapkan selamat ulang tahun ke tiga untuk Gus Ar. Semoga Cak Bagong, Cak Basori dan semua teman-teman yang terlibat digerakan ini selalu dilimpahi keberkahan. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here