Melempari Mobil Berstiker Lafal Lailahaillallah

Sejak berbulan-bulan lalu saya punya keinginan untuk memesan stiker dan menempelkannya di kaca mobil. Kebetulan kaca mobil tersebut masih polos, tak ada tempelan apapun.

Namun niatan itu tak pernah bisa terwujud hingga saat ini. Bahkan saat tukang cutting stiker mau menempelkan, saya cegah. “Jangan dulu, mas. Nanti saya tempel sendiri di rumah”

Sesampainya di rumah, stiker yang telah saya pesan itu tak kunjung saya pasang.

Kenapa saya jadi seperti ragu untuk menempelkan sebuah logo dari komunitas yang saya cintai? Apa alasan saya jadi semacam punya rasa takut untuk menunjukan bahwa saya adalah orang yang kagum pada energi persaudaran dari komunitas itu?

Sesuatu yang mengganggu pikiran saya adalah rasa khawatir akan berbuat sesuatu yang buruk di jalan ketika menggunakan mobil yang telah tertempel logo itu.

“Oh, ternyata komunitas itu orang-orangnya suka parkir sembarangan, ya?”

“Astaga, baru tahu saya, jika orang dari komunitas itu kalo nyetir suka membahayakan pengguna jalan lainnya”

Komentar-komentar seperti itu yang saya resahkan nantinya jika saya bertindak keliru di jalanan. Dosa yang sebenarnya milik saya pribadi jadi semacam dosa kolektif dari komunitas yang logonya tertempel di mobilku.

Saya tak bisa menjamin bahwa saya tak akan berbuat bodoh saat mengendarai mobil itu. Misal, saya tiba-tiba teriak “Kamu anti NKRI” sambil menuding dan melempari mobil yang kacanya ditempeli stiker berlafal “Lailahaillallah”.

Itu jelas kedunguan saya pribadi. Tetapi saya lakukan tindakan menjijikan itu saat memakai kendaraan berlabel sebuah komunitas, pasti mempermalukan warga komunitas yang lain.

Tapi saya yakin, suatu saat nanti stiker itu akan terpasang juga di mobil. Tetapi Entah kapan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here