Kilatan Cahaya dalam Sholat

101 views

Tanpa uluk salam, Supo langsung merangsek masuk rumah. “Mbah, Mbah,” teriaknya setelah selangkah memasuki pintu rumah.

Nafasnya belum sepenuhnya tenang setelah berlari. Matanya liar ke kanan dan ke kiri sembari berjalan cepat menjelajahi isi rumah. “Mbah, Mbah.”

“Opo?” Suara serak dan berat itu terdengar dari pintu belakang. Sosok Mbah Slamet yang dicari Supo muncul dari balik pintu dengan berjalan pelan.

Supo langsung lari mendekat. Raut wajahnya menggambarkan bahwa ada kebingungan dalam dirinya. “Mbah, ajaib, Mbah” Supo masih terengah-engah.

“Ajaib, apa?”

“Mbaah,”

“Kalo mau bicara, kamu tenang dulu. Minum air dulu sana,” Mbah Slamet mulai tak menyukai sikap Supo.

Setelah mengambil nafas panjang tiga kali, Supo sedikit lebih reda kepanikannya. “Mbah, tadi saya sembayang di Masjid. Ada yang ajaib.”

Mbah Slamet hanya diam, menunggu cucunya itu meneruskan cerita.

“Saya tadi jadi makmum di barisan ke-tiga, Mbah. Begitu imamnya takbir, langsung ada banyak kilatan cahaya dari depan.”

“Cahaya?”

“Tidak tahu cahaya apa, Mbah. Kata Ustad kalo sembayang harus mata harus ke arah tempat sujud, jadi saya tak berani lihat ke depan. Tapi di sajadah pun bisa saya tahu ada banyak kilatan cahaya dari depan,”

Mbah Slamet tersenyum kecut. Alih alih menujukan rasa heran, ia malah garuk-garuk kumisnya sembari mengerutkan dahi.

“Wah, Mbah Slamet nggak percaya?”

“Diam, kamu,” Mbah Slamet lantas menampakkan raut tak suka.

“Imam sholat tadi pasti wali, Mbah”

“Meneng!” Mbah Slamet membentak.

“Cucunya ketemu Wali Allah, kok malah dimarahi,”

Juh! Tiba-tiba, ada ludah mendarat di muka Supo. “Itu cahaya kamera, cuk! Imam sembayangmu tadi pasti capres atau cawapres.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here