Alquran, Donald Trump dan Raibnya Youtube

Baru-baru ini karena alasan sebuah project saya upload video yang saya sadar cukup sensitif.

Alasan lain saya mengunggah video tersebut juga karena ingin mencoba membuktikan pesan seorang guru beberapa tahun lalu. Ia menyatakan jika sesuatu tidak sekedar ditakar benar atau salah, bahkan pertimbangan akan kesiapan audiens itu juga penting.

Jangan bicara salat di Gereja itu boleh atau tidak, pertanyaannya sebenarnya: apakah umat Islam Indonesia sudah siap dengan itu?” katanya

Sekitar dua minggu lalu saya upload video Donald Trump yang sedang menggelar do’a bersama di Katedral Nasional Washington selepas ia dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat.

Berdasarkan informasi yang saya dapat di beberapa portal berita, disebutkan jika Direktur eksekutif All Dulles Area Muslim Society yang juga merupakan tokoh terkenal di Washington Imam Mohamed Magid bersama 26 tokoh lintas agama lainnya menggelar acara do’a bersama di Gereja yang juga dihadiri oleh Donald Trump.

Pada kesempatan itu, Magid melantunkan dua ayat Alquran yang berisi pesan-pesan politik untuk presiden baru dan pemerintahannya. Magid membacakan surah al-Hujarat dan ar-Rum.

Dalam video tersebut memang tidak ada yang spesial, hanya terlihat Donald Trump beserta istrinya, Melania Trump duduk di kursi depan dan kemudian ayat Alquran dibacakan.

Memang sempat ada gerakan tangan Trump yang mencoba menepuk-nepuk kaki istrinya ketika dibacakannya Alquran. Banyak tafsir mengenai gerakan tangan Trump tersebut, mulai yang masuk akal hingga yang cukup liar.

Saya sendiri menilai Trump sempat khawatir istrinya melakukan hal yang kurang pantas saat ayat suci umat Islam diperdengarkan. Hal tersebut dikarenakan Melania sempat seolah-olah akan berdiri dari tempat duduknya, padahal ia sekedar ingin mengambil kerta yang ia duduki.

Kembali ke soal video yang saya unggah. Saya sengaja tidak memberikan informasi jelas mengenai kejadian tersebut. Saya hanya menghadirkan penggalan peristiwa di mana nampak Trump yang berada di Gereja tengah mendengarkan Alquran.

Saya pun sengaja membuat judul yang provokatif, “klikbait”. Video tersebut saya sematkan judul: “Heboh! Begini Reaksi Donald Trump Ketika Dengar Lantunan Ayat Alquran”

Persis dugaan saya sebelumnya, video ini akan mendapat respon negatif dari netizen Indonesia. Sesuai pesan guru saya, bahwa bukan soal boleh atau tidak boleh, ini mengenai kesiapan menerima hal yang dianggap tabu.

Berdasarkan hitungan kasar saya, 80% mereka yang berkomentar menduga video tersebut palsu, hoax. Alasannya, sangat tidak mungkin Alquran dibacakan di Gereja.

Saya menuai ribuan unlike dari video tersebut. Komentar negatif memenuhi kolom komentar. Bahkan ada yang terang-terangan menyatakan telah mereport video tersebut ke pihak youtube karena dianggap menyebar hoax.

Dari unggahan video tersebut saya memetik beberapa pelajaran. Pertama, pasti soal kesiapan warga pengguna media sosial Indonesia memang tidak sedikit yang belum siap menerima kenyataan bahwa Alquran bisa dibacakan di Gereja.

Kedua, problem masyarakat kita memang soal terlalu mudah percaya serta terlalu gampang tak percaya. Video tersebut meski telah banyak menyebar di berbagai channel dan bahkan menjadi berita di banyak media mainstream, mereka dengan mudah tanpa pernah meneliti langsung menuduh itu hoax.

Ketiga, jangan pernah bermain-main dengan channel youtube, sebab akibatnya kamu kehilangan semuanya. Gara-gara video tersebut, channel youtube saya yang berisi video-video dokumentasi keluarga selama beberapa tahun terakhir raib karena akun saya di-suspend.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here