Senjata Ini Bisa Melumpuhkan Drone dari Jarak 2 Km

LazNews! – Drone sebagai sebuah tekhnologi terbaru yang cukup populer dikalangan masyarakat biasa ternyata juga menjadi sebuah ancaman keamanan negara jika berada di tangan orang yang salah.

Dilansir dari newatlas.com Rabu (1/3/2017), banyak laporan yang menyebutkan jika ada kelompok-kelompok tertentu yang menggunakan drone sebagai salah satu senjata. Oleh karena itu, salah satu pemerintah di kawasan Timur Tengah menelurkan sebuah gagasan mengenai perlunya sebuah solusi untuk untuk bisa menjatuhkan drone dari jarak beberapa kilometer. Diperlukannya sebuah tekhnologi tingkat tinggi berupa Dronegun yang cukup efektif melumpuhkan pesawat tanpa awak.

Mendesaknya kebutuhan akan Dronegun ini juga berkaitan dengan informasi yang menyebar pada bulan lalu, dimana kelompok radikal ISIS mengumumkan sencata canggih terbaru mereka, yakni sebuah drone yang digunakan untuk mengangkut bom. Mereka mengklaim telah membunuh dan melukai sedikitnya 39 tentara Iraq hanya dalam kurun 1 minggu.

Menguatnya ancaman keamanan dengan menggunakan drone juga membuat militer Perancis meningkatkan kewaspadaanya. Mereka memiliki proyek mengatisipasi drone dengan jalan melatih burung elang. Pemerintah Perancis meniru kesuksesan dari kepolisian Belanda yang melatih Elang Botak untuk menyergap drone yang dianggap berbahaya.

Sementara itu, Dronegun sebagai sebuah solusi berbasis tekhnologi tinggi telah diproduksi oleh Droneshield. Mereka mengaku telah mempersiapkan penjualan senjata tersebut ke menteri pertahan di salah satu negara Timur Tengah.

Droneshield tidak bersedia untuk membeberkan nama negara yang memesan senjata buatannya. Mereka hanya menyatakan jika transaksi tersebut adalah yang pertama kali dilakukannya dengan negara Timur Tengah.

Sebenarnya tekhnologi untuk melumpuhkan drone sudah ada sebelumnya. Alat berupa meriam panggul tersebut dimiliki oleh pemerintah Perancis dan Belanda. Disebutkan jika Dronegun yang memiliki berat kurang lebih lima kilogram tersebut tidak akan melukai hewan, serta pengoperasiannya tidak membutuhkan pengisian ulang. Tekhnologi terbaru ini jauh lebih ringkas serta lebih unggul dalam hal jarah tembaknya dibandingkan dengan tekhnologi yang ada sebelumnya. Disebutkan bahwa Dronegun bisa membidik dari jarak 2 kilometer.

Cara kerja senjata ini secara garis besar adalah dengan melakukan pemblokiran GPS, sehingga pilot dari drone kesulitan atau bahkan kehilangan kendali untuk mengontrol. Kendali akan diambil alih oleh pemembak Dronegun yang kemudian mendaratkannya.

Droneshield tidak menyebutkan secara gamblang mengenai harga senjata canggih tersebut. Mereka hanya menyatakan jika harganya berkisar 10 ribu dollar AS per unitnya. Mereka mengaku senang bisa menjual senjata tersebut karena merasa ikut serta dalam menanggulangi aksi terorisme.

“Kami merasa senang terhadap pihak yang melawan terorisme dan juga mendapat keuntungan komersial untuk para pemegang saham kami”, kata Peter James, presiden direktur DroneShield.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here