3 Hal Penting dalam Membangun Toko Online

Sebagai lanjutan tulisan saya sebelumnya perihal pentingnya kita segera beradaptasi dengan kondisi  pandemi saat ini, saya ingin sedikit memberikan beberapa poin-poin yang mestinya menjadi perhatian ketika ingin terjun dalam bisnis online.

Tentang jenis komuditi yang mestinya harus dijual dan bagaimana mendapatkan supplier, sebenarnya tak ada bedanya dengan berjualan secara konvensional. Semua tergantung pada potensi yang tengah kita miliki saat ini. Misalnya yang memang hobi dan punya wawasan membuat kue, mungkin bisa dimulai dengan mencoba berjualan kue. Bagi yang memiliki kenalan dan koneksi di bisnis pakaian anak, maka tidak salah untuk berjualan baju anak.

Hal paling utama di toko online adalah mengenai cara memasarkan. Perilaku masyarakat di dunia internet sedikit berbeda dengan ketika mereka membeli di toko offline. Perlu kita perhatikan perilaku ini guna menentukan strategi kita dalam berjualan.

Berikut beberapa poin yang mesti menjadi pertimbangan ketika akan memulai toko online.

  • Identitas

Ini mengenai bagaimana kita membangun brand. Gunakan nama yang menarik, gampang diingat dan punya kesan kepada pelanggan. Pakai logo yang sebaik mungkin, dimana tujuannya untuk memberikan penekanan kepada pelanggan bahwa ini bukan toko main-main.

Jika memang sudah memiliki budget, bisa meminta bantuan jasa pembuat logo dan sejenisnya. Namun ini tidak harus, hal paling utama adalah memberikan tekanan kepada calon pembeli bahwa toko kita ini serius.

Nama dan logo adalah membangun brand secara visual, tetapi ada juga wilayah lain yang perlu dikembangkan, yakni mengenai personal branding. Jika memiliki bisnis kue kering, pikirkan bagiamana cara semua kenalan kita ketika butuh kue kering langsung ingat nama dan brand toko kita.

Personal branding ini bisa dikembangkan dengan banyak hal, sesuai kondisi kita masing-masing. Salah satu cara adalah memanfaatkan media sosial. Jangan malu-malu untuk menampilkan produk kita di Facebook atau IG, namun tetap memperhatikan tingkat kewajaran agar orang lain tidak jadi jengkel lantaran kita kebanyakan posting jualan.

Usahakan aktif di media sosial, entah itu dengan membuat status atau berkomen di statusnya teman. Anggap itu bagian dari silaturahmi, minimal membuat kita tetap berada dalam jangkauan teman-teman kita.

  • Tampilan

Hal paling pertama bersentuhan dengan calon pembeli di internet adalah tampilan produk kita yang berupa foto atau video. Maka berikan kesan yang dalam ketika sejak pertama melihat foto produk kita.

Mengenai bagaimana membuat foto produk yang baik ini banyak sekali teknik dan ilmunya. Mau yang menggunakan peralatan mahal hingga hanya menggunakan ponsel biasa. Hasilnya sangat mungkin berbeda, tetapi yang paling utama adalah jangan meninggalkan kesan bahwa itu difoto secara asal-asalan. Misal jika menggunakan kamera HP biasa, maka perhatikan background, pencahayaan dan mungkin aksesoris yang digunakan. Foto sebanyak-banyaknya dan terus berlatih untuk bisa mendapatkan foto yang bagus. Jangan lupa untuk minta pendapat orang-orang terdekat untuk menilai foto kita sebelum diposting.

Selain mengenai memotret yang bagus, perlu juga memberikan banyak foto dari berbagai sudut. Misal penjual baju, maka berikan calon pelanggan kita foto yang nampak depan, belakang, samping dan mungkin beberapa detil dari baju itu yang bisa semakin membuat pelanggan puas.

  • Cara berkomunikasi

Komunikasi ini terbagi dalam beberapa hal. Bagaimana menuliskan nama produk, memberikan deskripsi, cara menjawab pertanyaan pelanggan serta tentang menulis promosi.

Ketika memasarkan barang di internet atau marketplace seperti Shopee, Tokopedia dan lain-lain, penting untuk memperhatikan judul produk kita. Hal ini dikarenakan pelanggan itu mencari produk lewat kolom pencarian. Jadi pelajari kata-kata apa yang dipakai pelanggan untuk mencari produk yang kita jual. Nanti yang kita pasang sebagai nama produk adalah kata-kata tersebut.

Deskripsi. Meskipun pada akhirnya pelanggan akan bertanya langsung, namun sebaiknya kita menuliskan deskripsi produk sedetil mungkin. Usahakan semua hal mengenai spesifikasi produk kita tertulis di sana.

Sering kali ada toko online yang memberikan keterangan mengenai ketentuan order dengan “nada keras”. Misalnya mencantumkan narasi: “Budayakan membaca sebelum bertanya”, “No Retur”, “No Komplain”.

Hindari menggunakan istilah-istilah begitu. Mungkin maksudnya baik, untuk memberikan peringatan kepada calon pelanggan yang ruwet, tetapi ini juga menunjukkan bahwa kita bukan toko yang ramah terhadap pelanggan.

Internet ini tempat terbuka, bermacam karakter orang ada di dalamnya. Tidak seperti menjaga toko konvensional, pelanggan di toko online cenderung lebih berani untuk tidak sopan. Toko online harus sabar, ini bagian dari resiko kita berinteraksi di dunia maya.  Menjawab dengan sabar dan ramah sangat penting untuk memberikan kesan kepada pelanggan serta menaikkan reputasi.  Ini bukan pekerjaan mudah, memang menguras emosi.

Promosi. Cara berkomunikasi untuk memasarkan produk kita ini juga menjadi bagian yang krusial juga. Ada bermacam-macam teknik dalam menulis materi promosi. Ini perlu bahasan khusus yang sangat panjang. Namun intinya adalah mengenai cara kita memperkenalkan produk yang kita jual sesuai dengan target market kita dan menyesuaikan dengan tren yang ada.

Tiga hal di atas perlu menjadi perhatian kita saat akan berjualan online. Tentu ada banyak hal lainnya juga yang yang InsyaAllah kita pelajari lagi lain waktu.

#LumbungSahabat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here